SELAMAT DATANG DI BIDIBLOG

BidiBlog adalah situs pribadi yang menyajikan informasi bermanfaat seputar Bipolar Disorder. Sebagian isi dan konten merupakan hasil karya pribadi dan sebagian lagi hasil karya pihak lain yang menurut penulis sangat bermanfaat dan layak untuk dipublikasikan. Apabila anda sebagai pemegang hak cipta atas tulisan atau gambar yang tercantum didalam blog ini merasa keberatan untuk ditampilkan dalam blog ini, silahkan menghubungi penulis dengan mengisi form kontak yang tersedia pada blog ini. Apabila tulisan-tulisan yang tersedia dalam situs ini hendak diposting ulang pada blog lain, tentunya penulis akan sangat menghargai jika anda dapat mencantumkan sumber aslinya. Isi dari blog ini tidak disarankan untuk digunakan dalam kepentingan penulisan karya ilmiah dan komersil

Find Out More

Blog

Senin, 21 Juni 2021

BIPOLAR DISORDER TEST, GIMANA CARANYA?

BIPOLAR DISORDER TEST, GIMANA CARANYA?

Bipolar disorder test adalah test atau pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengidap bipolar disorder atau tidak. Setelah mengetahui apakah kita mengidap bipolar disorder atau tidak kita bisa menentukan langkah penyembuhan yang tepat dari gangguan mental yang kita miliki. Pada artikel ini akan membahas bagaimana sih cara dilakukannya bipolar disorder test yang bisa dijangkau oleh semua masyarakat. 

Bipolar disorder


                                

Apakah Aku Bipolar?

Gangguan bipolar atau dapat dikenal dengan sebutan bipolar disorder adalah kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem pada seseorang. Perubahan mood ini ditandai dengan Kondisi yang membuat seseorang memiliki episode mood yang sangat bahagia (mania) dan eposide mood sangat sedih (depresi) yang naik turun atau fluktuatif.


Terdapat beberapa ciri dan gejala yang dapat muncul dari gangguan bipolar. ciri dan gejala ini tentunya beda-beda disetiap episodenya. misalnya selama episode mania, orang yang mengidap bipolar disorder akan mengalami gejala berikut:

- Senantiasa merasa terlalu bahagia dan bersemangat

- Seringnya merasa sangat sensitif dan mudah tersinggung

- Sering kurang tidur dan banyak makan

- Sering bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang beresiko

- Suka berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke topik lainnya

- Sering  mengalami penurunan kemampuan melakukan penilaian atau pembuatan suatu  keputusan

- Pada episode ini, pengidap juga terkadang melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius.


Selanjutnya ketika seseorang memasuki episode depresi, terdapat beberapa gejala dan gangguan bipolar yang dialaminya diantaranya: 

- Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pad ajangka waktu yang panjang
- Kehilangan ketertatikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari
- Makan lebih sedikit
- Merasa ngantuk dan malas
- Merasa terlalu sadar diri dan minder
- Sulit berkonsentrasi
- Memiliki pemikiran untuk bunuh diri.


Gejala-gejala diatas adalah gambaran yang dialami oleh seseorang yang mengidap gangguan bipolar. ketika kamu merasakan jika gejala-gejala diatas juga terjadi kekamu. maka kamu perlu melakukan bipolar disorder test. hal ini untuk mengatahui apakah kamu benar-benar mengidap bipolar disorder atau kamu hanya sekedar moody karena moody dan bipolar adalah dua hal yang sangat berbeda.


Bagaimana Pelaksanaan Bipolar Disorder Test?


Bipolar disorder test atau pengujian untuk gangguan bipolar tidak sesederhana melakukan pengajuan pertanyaan pilihan ganda atau mengirim darah ke laboratorium. sementara gangguan bipolar memang menunjukkan gejala yang berbeda, tidak ada test tunggal yang dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi kondisi tersebut. seringkali kombinasi metode digunakan untuk membuat diagnosnis. Oleh karena itu untuk melakukan diagnosis terhadap pengidap bipolar disorder maka sebaiknya langsung kepada ahli dalam hal ini dokter yang memang ahli dibidangnya. 


Di Indonesia sendiri, cara yang sering dilakukan oleh dokter adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada keluarga atau kerabat terdekat terkait  gejala, seperti sejak kapan dan seberapa sering gejala gangguan bipolar ini muncul, serta melakukan pemeriksaan labratorium guna memastikan penyebab gejala yang muncul. kemudian setelah hasil pemeriksaan diperoleh yang menunjukkan adanya dugaan gangguan bipolar, pengidap biasanya akan dirujuk ke dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater. 


Bipolar disorder test yang dilakukan oleh dokter spesialis atau kesehatan jiwa  adalah dengan melakukan pengamatan terhadap pola berbicara, berpikir, dan bersikap pengidap bipolar disorder. dalam proses pengamatan ini, psikiater kemudian akan menanyakan riwayat penyakit keluarga, gejala yang dirasakan, hingga pola tidur pengidap. ketika hasil pemeriksaaan dirasa cukup, maka psikiater akan mengklasifikasikan kondisi pengidap berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).


Sumber :

https://allaboutbipolardisorderr.blogspot.com/2021/04/bipolar-tuh-apasih.html

https://www.halodoc.com/artikel/jangan-berasumsi-ini-cara-diagnosis-gangguan-bipolar

https://www.healthline.com/health/bipolar-disorder/bipolar-diagnosis-guide#not-otherwise-specified-(nos)

Sabtu, 03 April 2021

5 Tokoh Besar Dunia yang Mengalami Gangguan Bipolar

  


Bipolar Disorders membuat penderitanya seringkali mengalami perubahan suasana hati dan tingkat energi produktivitas di tubuh dengan cepat. 

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia cabang Jakarta (PDKJI Jaya), Nova RiyantiYusuf menagatakan “Orang bipolar itu memiliki kecenderungan untuk lebih kreatif. Mereka selalu punya ide dan rasa ingin tahu yang besar. Tapi mereka harus bisa menjaga hal itu dan perlu dibantu orang sekitarnya agar bisa melaksanakannya," ujar Nova di acara Seminar Kesehatan World Bipolar Day 2018 dan Launching Boneka Hagi di Jakarta, beberapa waktu lalu

Dalam seminar itu disebutkan jika ada banyak tokoh besar dunia yang ternyata mengidap gangguan bipolar dan namanya terus dikenang sampai saat ini.

Penasaran dengan ke-lima tokoh besar dunia yang mengalami Bipolar?

Yuk baca artikel ini sampai habis...

1. Ludwig van Beethoven


Ludwig van Beethoven atau Beethoven adalah seorang komposer yang sangat berbakat dengan
keterbatasan pendengaran. Selain itu, ia ternyata juga memiliki gangguan bipolar. Akibatnya Beethoven sangat menderita dalam hidupnya, seringkali dia terserang demam dan sakit kepala yang serius.

Semakin tua, penyakitnya ini mulai mempengaruhi dirinya hingga ia sering berpikir untuk bunuh diri. Ia juga melewati masa emosional pesimis, yang memiliki dampak negatif pada output dari komposisinya. Ada degradasi dalam sikap serta penampilan pribadinya (gejala depresi yang disebabkan oleh gangguan bipolar),yang menyebabkan dia memiliki hubungan yang tidak baik karena argumen tidak stabil dan delusi.

 

2. Vincent van Gogh 

Pelukis asal Belanda ini tak terkenal sebagai pelukis saja, dirinya juga merupakan seorang pejuang bipolar. Bahkan, hari lahirnya pada 30 Maret dijadikan sebagai Hari Bipolar Sedunia dan menjadi salah satu cara untuk melawan stigma terhadap penderita gangguan bipolar.


Salah satu karya Van Gogh yang terkenal adalah lukisan “The Starry Night” yang sekarang dipamerkan di Museum of Modern Art, New York, AS. Ia juga cukup dikenal memiliki sifat nyentrik dan bahkan pernah memotong telinganya sendiri saat keadaan depresi. Para peneliti dan ahli meyakini, Van Gogh menderita gangguan bipolar karena sang seniman sering mengalami perubahan suasana hati yang fluktuatif antara mania ekstrem dan depresi.

3. Winston Churchill


Pria yang memimpin Inggris saat Perang Dunia Kedua ini terkenal sering menyebut depresi yang ia alami sebagai "anjing hitamnya." Namun saat sedang tidak berada dalam situasi depresi, dirinya sangatlah energetik dan juga produktif.

Dalam memoar Churchill berjudul 'Winston Churchill: The Struggle for Survival', Lord Moran, dokter pribadi Churchill mengaku telah mendiagnosis Churchill dengan gangguan bipolar. Saat sedang berada dalam periode hipomanik atau high mania, Chucrhill dirinya dapat bekerja semalaman tanpa tidur untuk menulis. Dan mungkin berkat itulah Churchill berhasil menulis 43 buku sembari tetap melakukan tugasnya sebagai perdana menteri Inggris.


4. Issac Newton


Newton menunjukkan tanda-tanda gangguan bipolar sejak usia sangat muda. Newton adalah seorang anak pendiam yang tidak banyak bermain dengan anak lain. Dalam biografi Newton banyak ditemukan simtom dari gangguan bipolar. Selain itu, diceritakan juga bahwa ketika sedang berada dalam keadaan depresi, ia sering berhalusinasi dan berbicara dengan sendiri. Bahkan dalam buku catatannya banyak dituliskan rasa was-was, kesedihan, ketakutan, opini merendahkan dirinya sendiri, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri.

Namun meski demikian, Isaac Newton adalah salah satu orang paling brilian yang pernah hidup.
Sumbangannya terhadap ilmu pengetahuan sangat besar manfaatnya hingga sekarang.


5. Buzz Aldrin

 


Buzz Aldrin merupakan orang kedua yang mendarat dibulan dan menjadi pilot pertama yang berhasil mendaratkan pesawat disanan. Buzz Aldrin juga ternyata mengalami Bipolar. Dalam dua bukunya yang berjudul "Magnificent Desolation" dan "Return to Earth", banyak diceritakan mengenai perjuangan Aldrin melawan depresiserta minum-minuman keras pada masa pensiunnya.

Menurut pengakuan Aldrin, penyebab dirinya depresi dan kecanduan minum adalah karena dirinya tidak siap dengan popularitas yang ia dapatkan setelah mendarat di Bulan. Namun kini Aldrin telah terbebas dari alkohol setidaknya selama lebih dari 20 tahun terakhir.


Gimana.. udah tau siapa aja tokoh besar dunia yang mengalami gangguan bipolar? ketik dikolom komentar jika ada tambahan tokoh lainnya yaa :)


Referensi :

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2320348/8-orang-terkenal-dengan-gangguan-bipolar-mood-nya-berubah-sangat-ekstrem/2/#news

https://kumparan.com/kumparansains/5-tokoh-besar-dunia-yang-alami-gangguan-bipolar#

 

 

Jumat, 02 April 2021

Bipolar tuh apasih?


SI ROLLER COASTER
(BIPOLAR)

Saat dia senang
Aku sulit untuk tidur
Hiperaktif dan banyak bicara
Fokus bersenang-senang
Saat dia sedih
Dia jadi banyak pikiran negatif
Merasa lelah dan tidak bersemangat
Bahkan ingin mengakhiri hidup
Asal kamu tauu....
Perubahan moodnya bukanlah bercandaan itu diluar kekuasaannya sehingga tidak dapat ia kendalikan dan bukanlah keseharian. Perubahan ekstrem yang terjadi hanyalah pada waktu tertentu saja.

Mau tau dan kenal lebih dalam tentang perubahan mood dia?
Yuk baca artikel ini sampai habis...

Bipolar itu apa sih?

Bipolar disorder tidak sama dengan kepribadian ganda. Masih banyak orang yang beranggapan jika Orang Dengan Bipolar (ODB) sama dengan orang yang berkepribadian ganda. Anggapan ini sungguh salah kaprah. Bipolar disorder termasuk mental disorder atau bisa disebut perubahan mood yang terjadi secara ekstrem. Sedangkan kepribadian ganda adalah termasuk gangguan kepribadian. Terapi untuk pengobataannya pun berbeda. Namun yang paling penting bahwa orang yang hidup dengan kedua gangguan ini juga dapat hidup berdampingan dalam masyarakat dan menjadi individu yang produktif asalkan mendapat terapi yang tepat. 

Gangguan Bipolar adalah gangguan mood yang ditandai dengan perpindahan mood, pikiran, energi, perilaku, dan biasanya kronik serta berat. Gangguan ini bersifat episodik dan ditandai dengan gejala-hejala manik, depresi, dan campuran yang dapat berlangsung seumur hidup. Istilah "Bipolar" memiliki arti dua kutub yaitu seseorang mengalami perpindahan antara spektrum emosi yang berlawanan.

Ada lima Episod Mood, yaitu :
    • Episode Mania/Manik
    • Episode Campuran
    • Episode Hipomania
    • Depresi
    • Eutimia
Episode Mania/Manik 
Periode yang jelas dan persisten dari mood yang naik, meluap-luap, minimal satu minggu. Saat berada di episode manik, dapat ditandai dengan gejala diantaranya : Afek dan mood meningkat, meluap-luap atau irritable, Peningkatan energi, peningkatan jumlah dan kecepatan aktivitas fisik, Flight of Ideas atau perasaan subjektif bahwa pikiran seperti berlomba, Meningkatnya kepercayaan diri atau ide kebesaran, Berkurangnya kebutuhan untuk tidur, Jadi banyak bicara atau tekanan untuk terus bicara, Distraktibilitas (Perhatian terbagi-bagi/bingung), Peningkatan aktivitas

Episode Campuran
Gangguan ini sangat berat sehingga menimbulkan masalah nyata dalam fungsi sosial dan pekerjaan. Onset rata-rata usia 20-an. Pada episode ini minimal satu minggu terpenuhi kriteria, baik untuk episode manik, maupun depresi yang terjadi hampi setiap hari.

Episode Hipomanik
Hampir sama dengan episode manik dengan perbedaan penting yaitu derajat gejalanya tidak berat, tidak ada gejala psikotik, tidak memerlukan perawatan. Ditandai dengan peningkatan mood ringan, pikiran lebih tajam, peningkatan energi dan aktivitas, berlangsung beberapa hari pada periode tertentu.

Episode Depresif
Dalam episode ini penderita bipolar akan terus menerus merasa sedih, tidak bersemangat dan tidak bertenaga untuk melakukan aktivitas apapun. Ia juga tidak dapat menikmati halphal yang biasanya disukai, nafsu makannya menurun, dan tidurnya terganggu. Selain itu, dapat muncul perasaan rendah diri, tidak berguna, atau keinginan untuk bunuh diri.

Perbedaan Gangguan Bipolar dengan Moody
Berdasarkan gejala-gejala gangguan bipolar diatas, tampak perbedaan antara penderita bipolar dengan sekedar moody. adapun beberapa perbedaan utamanya adalah Penderita gangguan bipolar mengalami peningkatan atau penurunan mood yang intensitasnya jauh lebih ekstrem dibandingkan dengan perubahan suasana hati biasa, Perubahan mood yang dialami penderita bipolar dapat membuat mereka merugikan diri sendiri maupun orang lain, Penderita bipolar dapat mengalami gangguan dalam hubungan sosial, pendidikan, karir, dan kesehatan yang berbeda dengan perubahan suasana hati biasa yang cenderung tidak mengganggu aspek kehidupan lainnya, Durasi perubahan mood penderita gangguan bipolar lebih lama dibandingkan durasi perubahan suasana hati biasa. 

Referensi:
https://www.alodokter.com/perbedaan-bipolar-dengan-moody

Contact

Talk to us

Ingin menceritakan kisah-kisah kamu yang terkait dengan bipolar? atau Ingin mengajukan kritikan dan saran? silakan isi form disamping atau komen pada konten blog. Terimakasih :)

Address:

92311 Jeneponto, Sulawesi Selatan

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

08292258012

Diberdayakan oleh Blogger.